138 Dilihat
162 Diunduh
0 Komentar
Disukai

Perjalanan Haji Orang-orang Terpilih

Judul
Perjalanan Haji Orang-orang Terpilih
Pengarang
Deskripsi
KetiKa memegang android, tergoda juga untuk menggunakan fasilitas HP pintar tersebut untuk selfie di dalam Masjid, cekrak-cekrek hingga Akhirnya saya puas dan bermaksud membuka catatan titipan doa. Tiba tiba ada panggilan masuk dari seorang ketua regu, dia menyampaikan bahwa ada satu anggotanya yang stress dan mau pulang jalan kaki ke kampung halamannya, sekarang dia berada trotoar toko menghindari sengatan matahari yang mencapai 48 derajat. Saya menyuruh ketua regu tersebut untuk membawa orang tua yang tidak ingat tersebut untuk kembali ke hotel, namun berbagai cara bujukan disampaikan tidak membuahkan hasil. Adzan dzuhur mulai dikumendangkan, pratanda sebentar lagi dimulai jamaah sholat, sepertinya saya tidak dapat mengikuti sholat jamaah dengan Imam Besar Masjid Nabawi pada hari pertama di Kota Madinah ini, saya harus mendatangi jamaah yang sakit tersebut, padahal tinggal beberapa menit lagi Sholat jamaah dimulai. Okey saya sampaikan ke ketua regu agar tidak kemana mana agar saya mudah mencarinya. Saya bergegas meninggalkan Massjid, menuju lokasi jamaah tersebut, sementara orang orang bergegas menuju Masjid agar bisa menggenapi Sholat Arbain, yakni Sholat Jamaah di masjid Nabawi selama 40 waktu sholat. Jamaah dari berbagai negara berdatangan disini, sesekali saya berpapasan dengasn jamaah perempuan yang wajahnya menurut saya lebih cantik dari perempuan Indonesia. Mungkin ini hanya pandangan saya saja yang jauh dari istri dan keluarga- Toh setiap orang mempunyai keistimewaan sendiri sendiri, dan sudah dijelaskan dalam kitab suci bahwa kita diciptakan bersuku suku dan berbangsa bangsa agar bisa saling mengenal. Dalam perjalanan saya bertemu dengan Amrin, Mahasiswa Al Azhar yang sedang tugas sebagai PPIH Madinah, saya mengajaknya serta mencari jamaah yang sakit tersebut, dan alhamdulillah dia tidak berkeberatan. Kami menemukan jamaah tersebut duduk di emperan toko yang tutup dengan ditemani ketua regunya, saya menyuruh ketua regu tersebut menuju Masjid untuk menunaikan Sholat Dzuhur berjamaah. karena bagi Jamaah hanya, ada satu kesempatan untuk melaksanakan Arbain sedangkan bagi saya semoga tahun depan bisa ke Madinah lagi untuk menunaikan arbain yang tahun ini tidak terlaksana. Saya mulai ngobrol dengan nenek tua ini, menanyakan nama dan alamatnya, maklumlah meskipun saya ketua kloter saya tidak hafal dengan 445 jamaah saya, dan sepertinya nenek tua ini benar benar terkena demensia, sebuah penyakit yanng menyerang seseorang dari berbagai sebab, yang salah satunya akibat kelelahan dan pikiran yang tak terkendali. Saya membujuk orang tua ini untuk kembali ke hotel dan beristirahat, tetapi orang tua ini tetap ngeyel ingin pulang ke rumahnya dan mencuci baju yang digunakan sehabis manasik haji. Saya sudah menjelaskan bahwa kita sekarang sudah berada di kota Madinah dan sedang menjalankan ibadah haji, namun perempuan tua tersebut tetap ngeyel dan menyatan bahwa dia masih di kotanya dan bermaksud pulang.
Publisher
Syafaat
Kontributor
Bimas Islam Kemenag Kab. Banyuwangi
Tahun
Bahasa
id
Lokasi
Jakarta
Software
Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam
No. Perpustakaan No. Barcode Akses Ketersediaan
No. Perpustakaan No. Barcode Akses Ketersediaan
No. File URL
1 Perjalanan Haji Orang-orang Terpilih
No. File URL
APA Format
Syafaat
(2022). Perjalanan Haji Orang-orang Terpilih. Jakarta :: Syafaat,.
MLA Format
Syafaat
Perjalanan Haji Orang-orang Terpilih. Jakarta :: Syafaat,, 2022.
Chicago Format
Syafaat
Perjalanan Haji Orang-orang Terpilih. Jakarta :: Syafaat,, 2022.
Perhatian : Sitasi ini tidak selalu akurat 100%.

Komentar

Ket : Anda Wajib login Untuk Menulis Komentar/Review.
Tidak Ada Review